5 Jenis Diet yang Tidak Direkomendasikan

Saya teringat dengan teman saya yang mempunyai berat badan yang berlebih. Kadang saya berpikir ingin menjadi seperti dia, dikarenakan sekarang saya kurus.. hehehehe.. Tapi malah teman saya menginginkan diet.. hmmm.. seandainya bisa transfer lemak, saya mungkin mau menerimanya ^^.
Dan setelah membaca artikel dari :
http://www.kompas.com/read/xml/2009/12/14/10213824%20/jangan.coba-coba.melakukan.5.jenis.diet.ini
Saya khawatir bagi orang yang ingin diet tapi dengan cara yang ekstrim. Tidak hanya teman saya, tapi saya yakin pasti banyak yang menginginkan cepat langsing tapi tidak disertai prosedur-prosedur yang sesuai.
Wah.. artikel ini sekedar untuk sharing saja. Siapa tau, pembaca mengalami hal yang serupa. Berikut adalah 5 Jenis Diet yang Tidak Direkomendasikan yang tertulis di artikel tersebut :
1. Diet selektif
Ini adalah jenis diet yang hanya memberikan lampu hijau kepada jenis makanan yang terbatas, serta sama sekali melarang satu kelompok makanan tertentu -biasanya jenis makanan berlemak dan bercita rasa manis. Hati-hati terhadap jenis diet seperti ini. Pasalnya, sebenarnya kita membutuhkan banyak jenis zat gizi yang bisa diperoleh dengan cara mengkonsumsi jenis makanan yang bervariasi.
2. Diet detoks
Diet detoks merupakan cara diet dengan membersihkan kotoran dari dalam tubuh dengan paksa. Segala upaya membersihkan kotoran dari dalam tubuh ini sebenarnya tidak kita perlukan dan kurang dapat dipertanggungjawabkan secara klinis. Tubuh sebenarnya telah dilengkapi dengan “perangkat pembersih” yang berperan menyingkirkan racun. Jadi, Anda tak perlu lagi melakukan usaha pembersihan ekstra.
3. Diet “ramuan ajaib”
Ini adalah jenis diet yang menyatakan bahwa dengan mengonsumsi satu jenis makanan tertentu -entah itu berupa suplemen, teh hijau, atau cuka apel, Anda bisa mengurangi berat badan secara drastis. Pada kenyataannya hingga sejauh ini, tak ada satu ramuan ajaib pun di dunia ini yang mampu memberikan hasil seperti yang diimpikan banyak orang tersebut.
4. Puasa berdalih diet
Sebenarnya, berpuasa adalah tradisi spiritual dan budaya yang sudah dijalankan selama berabad-abad. Hanya saja, puasa dengan tujuan penurunan berat badan malah bisa berakibat kontraproduktif.
Ketika mengonsumsi sedikit kalori, tubuh akan berpikir bahwa Anda sedang lapar, sehingga menyesuaikan ritme metabolismenya. Sayangnya, pada saat Anda kembali makan secara normal, metabolisme tubuh tidak menyesuaikan diri lagi. Ditambah lagi berat badan yang turun ketika puasa adalah kombinasi dari lemak, cairan, dan otot. Tetapi, ketika berat badan naik lagi, itu biasanya disebabkan bertambahnya jumlah lemak.
5. Diet yang menyalahi aturan kesehatan
Contoh diet ini di antaranya mengharuskan Anda minum air putih selama beberapa hari berturut-turut. Atau justru diet yang tidak mengizinkan Anda minum banyak air putih, dengan alasan supaya tubuh tidak bengkak. Begitu pula dengan jenis diet yang hanya membolehkan Anda minum jeruk nipis untuk meluruhkan lemak. Jika sejak awal sudah menemukan kejanggalan dalam aturan mainnya, sebaiknya Anda segera berpaling dan mencari pola diet lain yang lebih masuk akal.
Jadi sebaiknya, diet dengan berolahraga yang mengeluarkan keringat tapi tidak berlebihan adalah pilihan terbaik bagi Anda yang mengalami. Setuju?
















